Wakapolres Kuningan, H. Agus Syafrudin : Masyarakat Harus Merapat ke Polisi, Polisi Adalah Mitra Masyarakat

Wakapolres Kuningan, H. Agus Syafrudin : Masyarakat Harus Merapat ke Polisi, Polisi Adalah Mitra Masyarakat

Al-Multazam (5/11) Dalam rangka kunjungan Edukasi dan Silaturahim Kepolisian dengan elemen masyarakat, lembaga dan Pesantren, Wakapolres Kabupaten Kuningan, Kompol H. Agus Syafrudin, SE.,MH., dan jajarannya bersilaturahim dengan Civitas Akademika Ponpes Terpadu Al-Multazam.

H. Agus Syafrudin, SE.,MH, tengah memberikan edukasi
H. Agus Syafrudin, SE.,MH, tengah memberikan edukasi

Pria lulusan Universitas Islam Bandung tersebut merasa bahagia bisa berkunjung dan bertemu dengan para santri dan pejuang Al-Qur’an. Beliau mengajak masyarakat agar tidak takut dengan pihak kepolisian, karena kepolisian adalah mitra,

pelindung dan pengayom masyarakat.

KH. Adin Nurhaedin, Lc., sendiri mengaku mendapatkan kehormatan atas kedatangan Kepolisian di Pondok Pesantren dan berharap Wakapolres berkenan memberikan nasehatnya buat Civitas Akademika Al-Multazam.

KH. Adin Tengah memberikan sambutan
KH. Adin Tengah memberikan sambutan

Setidaknya ada 4 hal yang disampaikan Pimpinan Ponpes Terpadu Al-Multazam itu dalam mencetak generasi muda yaitu 1) Menjadikan para santri sebagai ilmuwan atau ulama cendikiawan, 2) Menjadikan santri ikut terjun ke masyarakat menjadi negarawan atau birokrat, 3) Menjadikan para santri masuk ke  dunia bisnis atau menjadi para pengusaha dan 4) menjadi seorang Professional dalam bidang apapun.

“Setidaknya ada empat hal yang menjadi cita-cita kita yaitu menjadikan para santri sebagai ilmuwan atau ulama cendikiawan, menjadikan santri ikut terjun ke masyarakat menjadi negarawan atau birokrat,  menjadikan para santri masuk ke  dunia bisnis atau menjadi para pengusaha dan menjadikan santri seorang Professional dalam bidang apapun.” Jelasnya saat memberikan sambutan

Wakapolres tengah mengetes hafalan santri
Wakapolres tengah mengetes hafalan santri

Kemudian Wakapolres Kabupaten Kuningan menceritakan kisah Abu Qilabah Al-Jarmi, seorang Ulama yang hidup di masa Tabi’in yang berada dalam kondisi tidak bertangan dan berkaki, namun hafidz 30 juz dan penguasaan terhadap ilmu tidak diragukan lagi.

“Itulah Abu Qilabah Al-Jarmi, ia dilahirkan dalam keadaan tidak punya tangan dan kaki, tapi beliau bisa hafal Al-Qur’an dan bahkan hendak dijadikan seorang hakim.” Tuturnya

Harapan beliau untuk para santri agar para santri bisa menjadi apa yang menjadi tujuan orang tua dan para santri mereka memasukkan ke Pondok Pesantren, khusunya bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz. Beliau juga meminta semua elemen masyarakat bersatu, khususnya pihak polisi harus melakukan perubahan, polisi harus merapat ke masyarakat, masyarakat harus merapat ke polisi.

“Sekarang polisi harus melakukan perubahan, perintah dari Pak Kapolri bahwa polisi harus merapat ke masyarakat, oleh karena itu masyarakat tidak usah takut atau segan ke polisi, jangan jadikan polisi lawan, jangan jadikan polisi musuh. Semua harus bersatu, tidak hanya di pesantren saja tapi semua elemen seperti apa yang saya sampaikan.” Jelasnya saat diwawancarai awak media (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *