Ustzh. Nina Herlina Dorong Para Santri untuk Meniru Semangat Baca BJ. Habibie

Ustzh. Nina Herlina Dorong Para Santri untuk Meniru Semangat Baca BJ. Habibie

Al-Multazam (14/10) Pagi tadi, SMAIT Al-Multazam mengadakan program Literasi dan Green School di Lapangan serbaguna Ponpes Terpadu Al-Multazam.

Dalam pembukaannya, Kepala SMAIT Al-Multazam, Ustadzah Nina Herlina, M.Pd., mengungkapkan bahwa literasi merupakan agenda Nasional untuk meningkatkan minat membaca, khususnya para siswa semuanya.

“Agenda literasi ini adalah agenda Nasional yang diterapkan guna meningkatkan minat membaca kepada kita semua.” Tuturnya dalam pembukaan

Situasi Upacara pembukaan Literasi SMAIT Al-Multazam

Disamping itu, mantan kepala Pembinaan Putri ini menuturkan bahwa kegiatan membaca sebenarnya adalah hal yang menyenangkan, namun sebagian besar orang malas dalam membaca, padahal salah satu rahasia negara maju adalah tingkat membaca masyarakatnya begitu tinggi.

“Sebenarnya kegiatan membaca adalah sesuatu yang menyenangkan, tapi sebagian besar dari kita begitu malas dalam membaca, kita bisa berkaca terhadap negara-negara maju, bahwa rahasia negara maju tingkat membacanya begitu tinggi dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.” Tambahnya

Selain itu, beliau juga menceritakan kisah BJ Habibie yang berasal dari keluarga yang religius, ayah dan ibunya mendidik “Bapak Crack” tersebut seperti Imam Nawawi, yaitu hanya dengan membaca, belajar dan rajin ibadah.

Baca juga berita di atas

“Kita tahu semuanya bahwa BJ Habibie dilahirkan dari keluarga yang religius, ayahnya juga meninggal ketika sedang sujud dan ayahnya tidak kurang mengkhatamkan Al-Qur’an 2 juz dalam sehari, begitu juga ibunya, sehingga melahirkan seorang Habibie. Menurut Ust. Adi Hidayat orang tuanya mendidik BJ Habibie seperti Imam Nawawi, dengan membaca, belajar dan rajin ibadah.” Tegasnya

Di akhir sesi beliau bercerita perjuangan BJ Habibie ketika berjuang di Jerman yang selalu dikalahkan oleh Yahudi yang ternyata orang Yahudi tersebut selalu bangun jam 2 pagi untuk membaca Al-Qur’an dan membaca buku.

“Habibie ketika di Jerman selalu bersaing dengan 2 orang Yahudi, selalu dikalahkan oleh orang Yahudi tersebut, padahal Habibie adalah orang yang cerdas, bahkan IQ nya di atas Einstein. Maka Habibie pun penasaran apa rahasia orang Yahudi itu, padahal saya sudah mati-matian belajar, bekerja keras untuk mendapatkan nilai terbaik, tapi mereka selalu jadi juara di kelas, Habibie dikalahkan. Oleh karena itu beliau mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada orang Yahudi tersebut apa rahasianya selalu menjadi juara kelas. Lalu orang Yahudi tersebut mengaja Habibie untuk menginap di Camp-nya, dan ketika dilihat jam 2 pagi orang Yahudi itu sudah bangun, dan ketika dilihat sudah membaca buku, dan dia ketika didekati ternyata disembunyikan buku tersebut oleh orang Yahudi tersebut, pas dilihat ternyata itu adalah Al-Qur’an. Makanya ketika pak Habibie menanyakan kenapa Kita Suci Al-Qur’an, bukankah itu adalah kitab suci saya, kita suci umat Islam, kemudian Yahudi itu bilang kepada Pak Habibie, katanya “Rudi, seandainya umat Islam membaca dan memberikan perhatian penuh terhadap Al-Qur’an, maka umat Islam tidak pernah terkalahkan, oleh karena itu Islam kalah dengan dirinya sendiri, meninggalkan yang menjadi kunci keberhasilannya sendiri yaitu Al-Qur’an.” Tambahnya

Oleh karena itu dari cerita di atas, diharapkan para santri juga turut meniru cara sukses BJ Habibie hingga beliau menjadi penemu pesawat yang tidak ada gantinya, menjadi kebanggaan Indonesia, yaitu BJ Habibie sudah bangun jam 2 pagi untuk baca Al-Qur’an, shalat malam, baca buku dan dzikir terus menerus dilakukannya sampai ia wafat. (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *