Ust. Haidar: Masjid adalah sarana “mensujudkan” masyarakat

Ust. Haidar tengah memaparkan manajemen masjid

Ust. Haidar tengah memaparkan manajemen masjid

Ust. Haidar: Masjid adalah sarana “mensujudkan” masyarakat

Al-Multazam (18/11) Allah Swt berfirman dalam Surat At-Taubah : 18 yang artinya Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Ust. Juheni tengah memberikan sambutan
Ust. Juheni tengah memberikan sambutan

Ayat di atas menjadi rujukan Takmir Masjid Jogokariyan Daerah Istimewa Yogyakarta pada saat ditemui kemarin sabtu (17/11) oleh Peserta Studi Banding dari Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam dan DKM Se-Kecamatan Jalaksana serta LDK Kampus seperti UNIKU, STKIP Muhammadiyah, STIS HK dan STIQ Al-Multazam.

Ust. Haidar perwakilan Takmir Masjid Jogokariyan memaparkan Manajemen Masjid Jogokariyan yang menjadi jawaban, mengapa Masjid Jogokariyan ditetapkan Kemenag sebagai Masjid Percontohan Nasional dalam “Idaroh”nya.

Beberapa peserta ada yang kaget karena masjid Jogokariyan tidak memiliki bangunan sebesar yang dibayangkan, lalu mereka bertanya apa yang menjadikan masjid ini sangat istimewa ?

Jemaah tengah mendengarkan pemaparan idaroh masjid
Jemaah tengah mendengarkan pemaparan idaroh masjid

Keistimewaan Masjid Jogokariyan dikarenakan diurus oleh orang-orang yang ikhlas, betul-betul berjuang di jalan Allah Swt, bahkan Ust. Haidar sendiri menceritakan takmir sering nombokin kegiatan yang minus dana. Namun Alhamdulillah, karena keikhlasan dan perjuangan yang tiada henti, perlahan tapi pasti Masjid Jogokariyan kini jamaah shalat shubuhnya seperti shalat jum’at, apalagi pada bulan Ramadhan, masjid ini bisa sangat ramai sampai tembus ke jalan raya.

Peserta Studi Banding Akhwat
Peserta Studi Banding Akhwat

Ada beberapa cara pandang takmir Masjid Jogokariyan yang tidak sama dengan cara pandang Takmir Masjid pada umumnya, yaitu 1) Masjid adalah tempat sujud, 2) Masjid adalah sarana “mensujudkan” masyarakat, sujud dan tunduk kepada Allah Swt, taat kepada aturan-aturanNya, dan 3)  Masjid untuk membentuk sikap dan perilaku jamaahnya sebagai muslim yang kaffah, berperadaban masjid dan bukan peradaban pasar/ materialisme

“Hakekat Masjid bagi kami yaitu masjid adalah tempat sujud sehingga tugas kita adalah menjadikannya sebagai sarana “Mensujudkan” masyarakat untuk taat dan tunduk kepada aturan-aturan Allah, sehingga masjid dapat menjadi sarana membentuk sikap dan perilaku jamaahnya sebagai muslim yang kaffah, berperadaban masjid dan bukan beperadaban pasar atau materialisme.” Ungkap Ust. Haidar

Peserta Studi Banding setelah menerima materi
Peserta Studi Banding setelah menerima materi

Disamping itu, masjid Jogokariyan memiliki 5 misi utama yaitu : 1) Menjadikan masyarakat beriman kepada Allah Swt dan hari akhir, 2) Menjadikan masyarakat senantiasa shalat, dan tunduk pada aturan Allah Swt, 3) Mensejahterakan masyarakat, 4) Menjadikan masyarakat merdeka, hanya takut kepada Allah Swt, dan 5) Masjid tidak menjadi beban ummat, namun justru menghadirkan solusi dan mensejahterakan ummat

“Masjid tidak boleh jadi beban Ummat, namun harus menjadi solusi dan mensejahterakan ummat, makanya kami sediakan ATM Beras, Klinik Kesehatan, Masjid yang terbuka 24 Jam, memanfaatkan profesionalisme jamaah untuk diberikan peran sesuai dengan keahliannya, intinya tugas kita adalah melayani jamaah bukan membebani mereka, agar mereka mencintai masjid dan sama-sama memakmurkannya.” Jelasnya

Harapan dari pertemuan ini sebagaimana disampaikan Ust. Juheni, S.Ag.,M.Pd. selaku Kepala Divisi Humas dan Dakwah YPI Al-Multazam HK adalah untuk bersilaturahim dan tholabul ‘ilmi, khususnya berkaitan dengan manajemen masjid jogokariyan. (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *