Ust. Endang Prihatna: Ibnu ‘Abbas Ra. Mengungkapkan Bahwa Dunia Adalah Ruang Ujian

Ust. Endang Prihatna, S.Pd.

Ust. Endang Prihatna, S.Pd.

Ust. Endang Prihatna: Ibnu ‘Abbas Ra. Mengungkapkan Bahwa Dunia Adalah Ruang Ujian

Al-Multazam (23/11) Khatib Jum’at di Ponpes Terpadu Al-Multazam kali ini adalah Kepala Divisi Fullday, Ust. Endang Prihatna, S.Pd. Beliau mengungkapkan tema tentang “Kiat Menghadapi Ujian”

Ilustrasi Ujian
Ilustrasi Ujian

Dalam pembukaannya, setelah hamdalah, syahadat, shalawat dan wasiat taqwa, beliau membuka dengan mengungkapkan bahwa kondisi yang terjadi di dunia ini adalah ujian, baik kesenangan maupun kesengsaraan, baik kesedihan maupun kebahagiaan, baik lapang maupun sempit, baik kaya maupun miskin dan lain sebagainya.

“Islam memandang bahwa bagaimanapun kondisi yang terjadi, semua adalah ujian kehidupan. Mau kesenangan atau kesengsaraan, mau kebahagiaan ataupun kesedihan, dua hal ini adalah ujian. Dan untuk memperkuat realitas itu, Ibnu ‘Abbas Ra. mengungkapkan bahwa sesungguhnya dunia adalah ruang ujian.” Tegasnya

Oleh karena itu, beliau memberikan kiat-kiatnya dalam menghadapi ujian. Setidaknya ada 8 kiat yang beliau ungkapkan kepada jamaah shalat jum’at.

Pertama yakini bahwa yang terjadi adalah takdir dari Allah Swt dan takdirNya tidak akan salah sasaran sert tidak aka nada yang mampu menahannya, sebagaimana termaktub dalam Qs. At-Taghabun [64] : 11)

Kedua beban ujian setara dengan kekuatan diri dalam menghadapinya, jika pundak mampu memikul beban sampai 100 Kg, maka beban yang Allah berikan juga tidak akan lebih dari 100 Kg.

Ketiga lapangkan hati karena jika hati kita sempit, ujian sekecil apapun akan terasa berat dan juga sebaliknya, jika hati kita luas, maka sebesar apapun ujian akan menjadi ringan. Beliau memberikan contoh dengan perumpamaan yang dipahami.

“Jika sesendok garam dilarutkan ke dalam segelas air, bagaimana rasanya ? pasti asin bukan ? lalu, jika sesendok garam dilarutkan ke dalam air sekolam, bagaimana rasanya ? pasti tetap tawar. Demikianlah gambaran, jika hati kita sempit, ujian sekecil apapun akan terasa berat dan juga sebaliknya, jika hati kita luas, maka sebesar apapun ujian akan menjadi ringan. ” jelasnya

Keempat buatlah perbandingan bobot ujian dengan yang lebih berat, yaitu dengan melihat sekeliling kita dan memahami bahwasanya ada orang yang diuji oleh Allah swt lebih berat dari kita

Kelima jemputlah solusi, jangan menunggunya. Jika ingin mendapatkan akibat yang baik, maka ciptakanlah sebab yang baik, itulah kuncinya.

Keenam lipatgandakan kesabaran, karena Allah Swt bersama dengan orang-orang yang sabar. Yaitu orang yang apabila ditimpa musibah mereka senantiasa berserah diri kepada Allah Swt dan bertahan atas ketentuan itu dengan terus melakukan ketaatan kepadaNya

Ketujuh jangan lupa berdoa kepada Allah Swt, karena doa adalah senjatanya orang beriman, tiangnya agama dan cahaya langit dan bumi (HR. Hakim)

Kedelapan tawakalkan sepenuhnya kepada Allah Swt. Ketika sudah mengupayakan segala daya, serahkanlah urusannya kepada Allah Swt. (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *