Tercatat 60 Anak Mengikuti Observasi Penerimaan Peserta Didik Baru di KB-TKIT Al-Multazam

Tercatat 60 Anak Mengikuti Observasi Penerimaan Peserta Didik Baru di KB-TKIT Al-Multazam

Al-Multazam (20/4) Anak memiliki sejuta potensi yang bisa dikembangan dan diasah sehinga bisa menjadi apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu, sebagaiman disampaikan oleh Kepala TKIT Al-Multazam, Ani Sarmaningsih, S.Pd.,Aud. bahwa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru 2019/2020 ini, tercatat ada 60 anak dan KB-TKIT Al-Multazam mengadakan observasi yang bertujuan melihat psikologi perkembangan anak dan orang tua, yang hasilnya akan menjadi bahan acuan dalam melaksanakan program-program yang ada.

“Lembaga Paud Al-Multazam telah melaksanakan Observasi penerimaan Peserta Didik Baru, yang mana dalam observasi ini, kami ingin melihat psikologi perkembagan anak dan kami juga mengobservasi para orang tua yang mana hasil observasi ini akan kami assessment untuk kegiatan program-program yang ada di KB TKIT Al-Multazam, diantaranya adalah program parenting, father’s day, dan Family Gathering” tuturnya

Ani Sarmaningsih, S.Pd.Aud., Kepala TKIT Al-Multazam

Disamping itu, Kepala Departemen Pendidikan, Ust. Dudung Abdul Karim, Lc., mengapresiasi kelancaran kegiatan observasi dan mengumumkan bahwa mulai tahun ini semua peserta didik di semua jenjang dipanggil Santri karena mulai tahun ini berada di bawah naungan Ponpes Terpadu Al-Multazam

“Alhamdulillah mulai tahun ini calon siswa dari KB-TKIT Al-Multazam kami sebut sekarang sebagai santri dan kami sebut juga walinya sebagai wali santri karena mulai tahun ini dari mulai KB-TKIT Al-Multazam sampai perguruan tinggi dalam naungan Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam” tegasnya

Ust. Dudung Abdul Karim, Lc., Kepala Departemen Pendidikan

Adapun harapan dari kegiatan obeservasi ini adanya kolaborasi, sinergitas kerjasama antara santri, orang tua dan Lembaga itu sendiri dalam membentuk pola pendidikan yang Qur’ani, Berakhlak Mulia, Berprestasi dan Terampil Berbahasa.

“Harapan kami selaku Kepala Departemen Pendidikan mudah-mudahan orang tua, santrinya, kemudian kita Lembaga bisa berkolaborasi membentuk pola pendidikan yang Qur’ani, Berakhlak Mulia, Berprestasi dan Terampil Berbahasa.” Tutupnya (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *