Teatrikal, Jadilah Santri Yang Sebenarnya

Teatrikal, Jadilah Santri Yang Sebenarnya

Al-Multazam (23/10) Kondisi remaja saat ini bagi sebagian masyarakat dipandang cukup memprihatinkan, pergaulan bebas, tersandung narkoba, Minuman Keras, Rokok, LGBT, dan lain sebagainya. Salah satu faktornya kurang perhatian dari orang tua yang pada zaman milenial ini mereka lebih sibuk dan bangga mengejar karir mereka. (Alfan, 2016:16)

Santri Kelas XI tengah menampilkan Teatrikal
Santri Kelas XI tengah menampilkan Teatrikal

Sebaliknya, kaum remaja yang menjadi santri di berbagai pondok lebih menyibukan mereka untuk tafaqquh fid diin atau belajar menuntu ilmu agama. Keberadaan mereka di Pondok Pesantren menjadi sangat diuntungkan oleh keadaan, karena mereka berada bersama orang-orang shalih. Salah satu contoh, di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam ada banyak santri yang disengaja dimasukkan orang tuanya karena terbentur dengan lingkungan di luar sana yang kurang kondusif. Mereka pada awalnya tidak terbiasa shalat berjamaah, namun karena lingkungan, maka perlahan mereka pun menjadi biasa.

Seorang Santri tengah membacakan puisi
Seorang Santri tengah membacakan puisi

Dalam teatrikal yang dipertunjukan anak-anak santri kemarin (22/10) pasca upacara Peringatan Hari Santri menunjukan kepada kita agar menjadi santri seutuhnya, yaitu santri yang belajar sungguh-sungguh mencari ilmu agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pertunjukan yang digelar anak-anak kelas XI itu mengajak semua santri untuk menjadi santri yang baik dan mengajak masyarakat untuk tidak ragu “memondokan” putra-putrinya di Pondok Pesantren. (YY)

 

 

Daftar Pustaka :

Alfan, Prian. 2016. Menjadi Remaja Berjuta Pesona. Jakarta : Elex Media Kompotindo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *