Taubat Riba

Taubat Riba
Ust. Rotim

Kita perlu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan.
Perbedaan keinginan dengan kebutuhan:

  1. Kebutuhan bersifat objektif, perlu dan mengikat, sedangkan keinginan bersifat subjektif/tidak harus
  2. Dampak yang diinginkan dari kebutuhan adalah manfaat sedangkan keinginan hanya sebatas kepuasan
  3. Tolak ukur kebutuhan adalah fungsi, sedangkan keinginan tolak ukurnya selera
    Contoh kebutuhan: tempat tinggal, makanan, pakaian.
    Contoh keinginan: beli pakaian mahal, makan di restoran mewah

“Berhati-hatilah kamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan kerisauan di malam hari dan menyebabkan kehinaan di siang hari.” (H.R. Baihaqi)

Ust. Rotim, S.Pd.I.

Hutang itu kaitannya dengan mental, tapi riba kaitannya dengan tauhid. Seharusnya kita yakin pada janji Allah, tak perlu lagi sibuk berhutang dan tak perlu berkutat dengan riba. “Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” (Q.S. Ali Imran: 37).
Rizki tidak akan berkurang meski kita didzolimi. Riba hanya indah di permukaan. Di bank, dinamakan dengan bunga karena harum padahal haram.

Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram (H.R. Bukhori no. 2083)

Setiap keuntungan dari hutang adalah riba.
Riba ada pada hutang:

  • Tambahan yang dipastikan sejak awal
  • Tambahan yang dikenakan karna gagal tepat waktu.
    Riba pada jual beli:
  • Pertukaran dalam satu komoditas ribawi (emas, perak, bahan makanan pokok) dengan kuantitas yang berbeda
  • Pertukaran komoditi ribawi yang tidak tunai.

Bahaya riba:

  1. Rasulullah melaknat orang yg terlibat riba.
  2. Riba itu hukumnya haram. Tidak ada satu ayat pun dalam al-qur’an yg membolehkan riba walau dalam keadaan darurat. Bahkan yahudi pun melarang riba antar mereka.
  3. Rasulullah SAW bersabda, tidaklah seseorang yang memperbanyak riba melainkan akhir perkaranya merugi.
  4. Orang yg mengambil riba, dipastikan menjadi penghuni neraka. (Q.S. Al-Baqarah: 275)
  5. Termasuk 7 dosa yang membinasakan.
  6. Pemakan riba akan dibangkitkan dari kubur seperti orang gila.
  7. Menghilangkan keberkahan harta, mengurangi jatah rezeki halal kita.
  8. Keluarga menjadi tidak harmonis.

Syarat taubat:

  1. Iqla (berhenti) –> tidak melakukanagi dosa yang ditaubatkan.
  2. Nada (menyesal) –> ada rasa bersalah dan tidak berputus asa dari rahmat Allah
  3. Azmu (tekad kuat)
  4. Menunaikan hak.

Setelah taubat, maka berhijrahlah.
Kiat agar tidak terjerumus riba:

  1. Berlimu sebelum membeli
  2. Mengetahui bahaya riba
  3. Tidak bermudah-mudahan dalam berutang
  4. Memiliki sifat qona’ah
  5. Perbanyak doa.

Tips menyelesaikan utang

  1. Buat daftar utang
  2. Batasi utang baru
  3. Tambah penghasilan
  4. Jika masih ada hutang, fokus lunasi 1 dan utang lainnya bayar diatas minimum.
  5. Jika sdh tdk ada lagi hutang, bangun aset.

Kamis, 19 Desember 2019
Mesjid Utama Al-Multazam
(S.K.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *