Sepintas Tentang Koperasi “Ummat”

Sepintas Tentang Koperasi “Ummat”

Al-Multazam (Ahad, 8 Maret 2020) Ketua Yasayan Pendidikan Islam Al-Multazam Husnul Khotimah, H. Uud Pandu Suandhana, S.Si., memiliki keinginan yang kuat untuk mensejahterakan para Asatidz-asatidzah dan SDM yang berada di bawah naungannya. Salah satu caranya adalah dengan membentuk koperasi berbasiskan syariah yang memberikan solusi bebas riba untuk berbagai kebutuhan mereka.

Dengan koperasi “Ummat”, diharapkan SDM yang merupakan anggota koperasi itu akan mendapatkan Sisa Hasil Usaha atau SHU tiap tahunnya dengan asset yang terus bertambah.

Koperasi “Ummat” melalui Manajer Koperasi, Cecep Robibinnur sangat optimis akan kemajuan dan keberkahan dari usaha tersebut, pasalnya setiap transaksi Koperasi “Ummat” selalu mengedepankan prinsip syariah dan berlepas diri dari Riba, sehingga dengan anggota yang melebihi 500 orang tersebut akan merasa tenang dengan simpanan pokok dan wajibnya dititipkan di Koperasi “Ummat”

“InsyaAllah kalau kita kedepankan prinsip syariah dan memberikan solusi bebas riba, koperasi “Ummat” akan semakin besar dan berkah.” Harapnya

Koperasi yang berada di bawah Divisi Otonom tersebut telah menggulirkan program Musawamah atau jual beli dengan system kredit. Dengan system tersebut anggota mengaku merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan mereka, seperti kebutuhan membeli alat-alat eletronik, alat rumah tangga, alat-alat dapur, sepeda, motor, mobil, bahkan insyaAllah rumah.

Keuntungan atau margin dari program tersebut juga terbilang kecil, hanya 1,3 % perbulannya, sehingga harga jual kepada pembeli tidak menjadi mahal. Harapannya dengan kebijakan tersebut selain memberikan keuntungan kepada Koperasi yang juga akan dibagikan kepada anggota dalam bentuk SHU setiap tahunnya, prinsip saling membantu juga dapat terpenuhi.

Misalnya Abdullah ingin membeli Handphone dengan merk “A”, maka Koperasi akan membeli Handphone  tersebut sesuai dengan permintaan. Ketika Handphone  itu dibeli oleh koperasi harganya Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah) maka, pihak koperasi menjual kembali kepada Abdullah dengan margin 1,3% perbulan selama 12 bulan, sehingga Abdullah bisa mendapatkan Handphone  tersebut dengan mencicil per bulannya sebesar Rp. 289.000 (dua ratu delapan puluh sembilan ribu rupiah) tanpa administrasi, denda dan penalty. (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *