Sebanyak 221 Santri SMAIT Al-Multazam Diwisuda Tadi Pagi, 6 diantaranya telah Hafizh Quran

Sebanyak 221 Santri SMAIT Al-Multazam Diwisuda Tadi Pagi, 6 diantaranya telah Hafizh Quran

Al-Multazam (4/5) Angkatan Elegant atau Santri Ponpes Terpadu Al-Multazam angkatan ke XI diwisuda tadi pagi dengan jumlah 221 santri dan diantaranya 6 santri telah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an yaitu Syahrul Imawan Suandi, Abdullah Hanif, Ana Ahadiyah Royani, Fahria Safinatunnajah, Ghina Mufidah dan Adinda Nurrahmah Fauji.

Sementara itu Wisudawan dengan presentasi makalah terbaik diraih oleh Muhammad Naufal At-Thoriq dengan judul “Pengaruh BK dalam penanganan kenakalan santri” dan Sarah Apriza Ishidar dengan jduul “Dampak telepon Seluler bagi santri di lingkungan Ponpes Terpadu Al-Multazam”

Santri Hafizhah Quran

Penulis makalah terbaik diraih Muhammad Naufal At-Thoriq dan Ghina Mufidah dengan judul “Peranan Osma dalam pembelajaran berorganisasi di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam”

Sedangkan santri terbaik diraih oleh Ismail Ammar Syauqi dan Dzulfah Qurrotul Aini yang mondok di Al-Multazam selama 12 tahun.

Pimpinan Ponpes Terpadu Al-Multazam, KH. Adin Nurhaedin, Lc., berpesan kepada para wisudawan agar merubah mindset bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan alternatif menjadi sebuah lembaga tujuan pendidikan utama dalam kehidupan kita.

KH. Adin Nurhaedin, Lc

“Ustadz hanya berpesan, mengkristalkan sebuah pesan ketika kalian masuk ke Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam ini. Kalian masuk dan kalian akan keluar, hanya satu yang ustadz pesankan, mindset kita dulu masih memandang pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan alternatif, tapi kita ubah bagaimana pondok pesantren menjadi sebuah tujuan utama dalam pendidikan kita, karena kita semuanya, wahai para santri, waha para pendidik, harus bisa membuka 4 mindset agar  kita semuanya bisa menjadi pribadi-pribadi unggul selaku muslim yang hidup di abad 21 ini.” Tuturnya

Disamping itu, beliau menyebutkan 4 mindset yang harus dimiliki seseorang agar bisa menjadi pribadi-pribadi unggul selaku muslim yang hidup di abad 21 ini.

“Yang pertama, ‘Aqliyatu Alhandasah, mindset engineering, pola pikir kalian, mindset kalian harus dibangun atas dasar ini, cara berpikir kita yang pertama kali adalah cara berpikir makro layaknya seorang insinyur. Yang kedua, mindset penaklukan, kita semuanya hidup di muka bumi ini terlahir sebagai seorang penakluk bukan orang yang lemah bukan orang yang putus asa dan bisa ditindas, dan seluruh makhluk-makhluk yang lain sudah Allah taklukan bagi kita semuanya. Yang ketiga, ‘aqliyatut tadrib, mindset empirik, kita semuanya, lahir ke dunia ini harus mencoba-mencoba dan mencoba dalam segala hal, Allah menyuruh kepada kita untuk Iqro, untuk membaca sampai hari akhir kita di dunia ini. Yang keempat terakhir, ‘aqliyatul ibda’, mindset inovatif, kita semuanya jika ingin maju, ingin memajukan peradaban, dan ingin membangun peradaban yang baru, sesuai dengan tatanan Al-Quran dan Al-Hadits, kita harus berinovasi dalam segala hal, dan insyaAllah zaman tidak akan meninggalkan kita, kita akan mengatur zaman ini dan kita akan memberikan warna yang baik untuk zaman ini.” Tambahnya

H. Uud Pandu Suandhana, S.Si., Ketua YPI Al-Multazam HK

Wisuda ini juga dihadiri oleh Ketua YPI Al-Multazam HK, H. Uud Pandu Suandhana, S.Si., beliau berpesan bahwa Founding Father atau orang-orang terdahul bermimpi agar negara Indonesia kedepan menjadi negara kuat dengan 4 pilang pembangunan.

Prosesi Wisuda

“Founding Father kita juga selalu mengatakan dan selalu bermimpi suatu saat negara kita akan menjadi negara yang kuat, negara yang baik, negara yang dihormati oleh negara-negara asing, dengan cara apa?, kita kuasai 4 pilar pembangunan negara ini, yang pertama, jadikan anak-anak kita negarawan, yang kedua jadikan anak-anak kita agamawan, yang takut kepada Allah, mudah-mudahan tidak ada korupsi, nepotisme, dan tidak ada yang main di belakang, karena kekuatan negara adalah ada pada aqidahnya. Kemudian yang ketiga, kita menciptakan orang-orang yang professional di bidangnya, yang keempat kita menciptakan para tekhnokrat dan birokrat, inilah yang beliau selalu impikan.” Tuturnya (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *