Santri Al-Multazam 2 Diberi Penyuluhan Oleh Polsek Cilimus

Linggajati, (AM2) – Minggu (10/3/2019), Santri Ponpes Terpadu Al-Multazam 2 mendapatkan penyuluhan dari Polsek Cilimus di mesjid Al-Huda. Penyuluhan yang membahas tema kenakalan remaja ini diisi langsung oleh Kapolsek Cilimus, Kompol Tri Sumarsono.

Beliau menjelaskan mengenai batasan usia remaja yang ditetapkan menurut undang-undang. Penetapan tersebut akan digunakan sebagai perlakuan dalam menjalankan proses hukum seseorang terutama yang masuk dalam kategori anak-anak dan remaja. “Seorang remaja akan diminta pertanggungjawaban secara hukum apabila usianya sudah mencapai 18 tahun ke atas. Sedangkan, untuk yang dibawah usia 18 tahun ke bawah, akan masuk ke wilayah perlindungan anak karena masih terhitung anak-anak”, tambahnya.

Menurutnya, kenakalan remaja dan perilaku menyimpang juga menyalahi aturan dan undang-undang. “Hal ini terjadi karena ketidaktaatan terhadap aturan, nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. Serta, perilaku menyimpang merupakan masalah yang dapat membahayakan tegaknya sistem sosial”, tegasnya.

Beliau menambahkan, sebenarnya kenakalan remaja itu melanggar hukum dan ada undang-undangnya. Tetapi, karena yang melakukan remaja dibawah umur, maka dikatakannya sebagai kenakalan remaja.

Selain itu, beliau juga memberikan penjelasan mengenai aturan lalu lintas. mengenai penggunaan media sosial dan berkaitan dengan pemilu yang sedang hangat saat ini. Agar berhati-hati dalam meneruskan berita atau pesan yang belum tentu kebenarannya. Karena seseorang bisa terancam UU ITE dengan ancaman penjara 6 tahun. “Justru menurut hasil penangkapan, kebanyakan yang melakukan penyebaran hoax adalah anak-anak atau remaja”, tuturnya.

Kemudian beliau membuat kegiatan semakin meriah dengan memberikan pertanyaan berhadiah bagi santri. Hasilnya, 3 orang santri bisa menjawab pertanyaan seputar materi dan mendapatkan reward dari Kapolsek.

(Media AM 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *