Sandiaga Uno, Santri Harus Mandiri dan Membuka Usaha Kedepan

Sandiaga Uno, Santri Harus Mandiri dan Membuka Usaha Kedepan

Al-Multazam (2/10) Sandiaga Uno menghadiri Perkemahan Pesantren Nasional (PERPERNAS) MAPADI 2 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur yang dihadiri oleh Tokoh dan Santri sebanyak 2000 santri dari seluruh pesantren jaringan Majelis Pesantren dan Ma’had Dakwah Indonesia (MAPADI).

Sandi tengah berbagi pengalaman di hadapan para santri
Sandi tengah berbagi pengalaman di hadapan para santri

Calon Wakil Presiden Periode 2019-2023 itu disambut meriah oleh para santri dengan shalawat. Eks Wagub DKI itu memberi wejangan bahwa santri harus bisa mandiri. Santri harus bisa membuka usaha ke depan.

“Saya ingin santri ke depan mandiri. Ini kesempatan Indonesia. Santri kita arahkan menjadi santripreneur, bisa buka lapangan kerja, buka usaha usaha. Selesai, santri bisa mandiri, punya usaha sendiri tidak bergantung tapi menebar manfaat,” paparnya.

Sandi menegaskan ada 4 pilar kunci kesuksesan. Pertama, lanjut dia, yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, sampai kerja ikhlas,

“Ada 4 etos kerja pertama kerja keras. Kedua nggak cukup kerja keras, mau sukses harus kerja cerdas, kemudian kerja tuntas, terakhir kerja ikhlas,” jelasnya.

Kepada para santri Sandiaga menegaskan di balik kesulitan selalu ada kemudahan.

“Saya di-PHK itu saya anggap sebagai kesulitan tapi itu jadi kemudahan karena saya dipindahkan dari seorang pegawai jadi pengusaha. Saya juga pindah sekarang dari pengusaha pindah ke birokrat, Pak Anies sama saya bertugas di DKI. Setiap ada perubahan selalu Allah menjanjikan kemudahan di belakang itu,” kata Sandi.

KH. Abdul Rosyid tengah memberikan sambutan
KH. Abdul Rosyid tengah memberikan sambutan

KH. Abdul Rosyid, Lc.,M.Ag. selaku Wakil Ketua Umum PP MAPADI juga sangat berharap apa yang disampaikan oleh Sandiaga Uno bisa direalisasikan oleh para santri melalui bimbingan di Pondok Pesantren, salah satunya menjadi santri yang mandiri dan berwirausaha.

Selain Sandiaga Uno, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) pun turut hadir, beliau menuturkan bahwa hubungan antara Pramuka dan pesantren sudah terjalin sejak lama. Sebelum ada Pramuka, sudah ada gerakan kepanduan yang berasal dari organisasi Islam yang selanjutnya menjadi cikal bakal Pramuka.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mensosialisasikan Empat Pilar MPR
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mensosialisasikan Empat Pilar MPR

“Contohnya Hizbul Wathan,” ujarnya. Hidayat menceritakan, semasa menjadi santri di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, dirinya ikut dalam kegiatan Pramuka, bahkan mempunyai sertifikat sebagai pelatih. Bukti pernah aktif di Pramuka diwujudkan Hidayat dengan menyanyikan Hymne Pramuka. “Pencipta hymne adalah Husein Mutahar, ia seorang habib,” ucapnya saat mensosialisasikan Empat Pilar MPR

Adapun agenda kegiatan PERPERNAS sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Umum MAPADI, H. Jhon Edy Rahman, SH. M.Kn. ada silaturahim dan temu tokoh, dan aneka exhibisi dari masing-masing peserta.

Tokoh yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua Pembina MAPADI : KH. Hidayat Nur Wahid, MA, Ketua Umum PP MAPADI : KH. DR. Muslih Abdul Karim, MA, Wakil Ketua Umum PP MAPADI : KH. Abdul Rosyid, Lc., M.Ag., Sekertaris Umum PP MAPADI : H. Jhon Edi Rahman, SH., M.Kn., H. Sandiaga Uno, H. Anies Baswedan.

Sementara exhibisi seperti memanah, berkuda, taekwondo, pidato dan hifzhil Qur’an

“Akan ditampilkan aneka exhibisi seperti memanah, berkuda, taekwondo, pidato dan hifzhil Qur’an, sebagai ajang pameran program yang berjalan di setiap pesantren jaringan MAPADI dalam Perkemahan Pesantren Nasional yang kedua ini.” Ujarnya (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *