Peringatan Hari Santri Nasional | Santri Al-Multazam Untuk Perdamaian Dunia

Peringatan Hari Santri Nasional | Santri Al-Multazam Untuk Perdamaian Dunia

Al-Multazam (22/10) Santri dalam sejarah perjuangan Indonesia terbukti telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Hari ini pun kita saksikan bahwa peranan santri sangat dirindukan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, buktinya keberadaan mereka memberikan dampak positif bagi terjalinnya kehidupan bermasyarakat yang Rabbani. Santri memang serba bisa, ia “didesain” untuk itu semua, menjadi ulama, ustadz, kiyai, tokoh masyarakat, panutan, pengusaha, bahkan pemimpin sekalipun, luar biasa memang mereka.

Tema dalam upacara peringatan hari santri Nasional kali ini menambah semangat juang, yakni “Santri Al-Multazam untuk Perdamaian Dunia”. Sebagaimana kita ketahui bahwa perdamaian hanya bisa diciptakan jika ada keadilan di tengah-tengah masyarakat, karena dengan keadilan itu juga, tidak ada kesenjangan yang mengakibatkan kecemburuan yang meledak sehingga timbul perpecahan yang tidak diharapkan.

Di sisi lain, Mudirul Ma’had Al-Multazam, KH. Adin Nurhaedin, Lc., memberikan kunci keberhasilan dalam menciptakan kedamaian abadi dengan meniru akhlak para Nabi dan Rosul, yakni “Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah.”

Secara logika dapat kita fahami bahwa keempat sifat kenabian itu merupakan asas kehidupan.
Misalnya “Shiddiq” yang saat ini menjadi “barang langka” di Negara kita, dimana kejujuran dikebiri dan kebohongan diapresiasi, sehingga lahirlah kekacauan yang tiada henti.

Kalaulah para santri dan segenap masyarakat mengamalkan keempat sifat kenabian itu, maka insyaAllah kedamaian akan tercapai.

“Kalau keempat sifat yang telah tadi saya sebutkan, yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah, maka insyaAllah kedamaianpun akan tercapai.” Tutur Mudirul Ma’had Al-Multazam (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *