Meski Dihalangi, Aksi Bela Tauhid 212 Berjalan Sukses, Bahkan Hyper Damai, Inilah Penjelasannya

Meski Dihalangi, Aksi Bela Tauhid 212 Berjalan Sukses, Bahkan Hyper Damai, Inilah Penjelasannya

Al-Multazam (3/12) Gerakan Aksi Bela Islam atau Gerakan 212 selesai menggelar acara yang bertajuk Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional atau Monas pada Minggu (2/12/2018) mulai pukul 03.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB.

Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam mendukung Reuni Akbar tersebut sebagai sarana mempersatukan umat Islam dan menjaga kebhinakaan di Indonesia, sebagaimana disampaikan Pimpinan Pondok, KH. Adin Nurhaedin, Lc. saat melepas peserta dari Al-Multazam yang berjumlah 61 orang.

“Aksi 212 atau Reuni Akbar 212 ini sebagai salah satu tanda kebangkitan umat Islam, semua berkumpul di Monas Jakarta bersatu padu di dalam menjaga persatuan, sebagai salah satu tanda kebangkitan umat Islam yang digambarkan Rosulullah Saw, ‘ala minhaajin nubuwwah.” Tuturnya

Reuni Akbar 212 ini lebih dari tahun lalu, jika tahun lalu 212 superdamai, maka tahun ini hyperdamai. Karena jumlah peserta 212 melebihi 7 orang dan bahkan mencapai 10 juta orang berkumpul di Monas. Bukan hanya itu, akhlak muslim yang cinta damai diperlihatkan disana, sehingga saudara-saudara non muslim ikut nimbrung dengan masa umat islam dengan tidak ada perasaan takut sama sekali. Disamping itu, peserta 212 berusaha untuk tidak menginjak rumput dan tetap menjaga kebersihan, terutama di wilayah Monas dan sekitarnya, setelah selesai acara, Monas kembali bersih seketika, karena semua individu bertanggung jawab menjaga kebersihan, ketertiban dan kedamaian. hal ini juga disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Izinnya ke Monas, dibuktikan dengan tertib dan damai, tetaplah jaga ketertiban dan kedamaian, bukan saja ketika berada di kawasan Monas, pada saat kembali, siapa saja yang ditemui, berikan salam, kirimkan senyum dan tunjukan hadirin yang di Monas keluar memancarkan kedamaian untuk semuanya, insyaAllah itu akan menguatkan pesan bahwa yang hadir ke tempat ini adalah orang-orang yang memperjuangkan persatuan, keadilan dan kedamaian di Negeri ini.” Tutur Gubernur DKI yang terus merealisasikan janji kampanyenya

Meskipun reuni ini mendapatkan beberapa penggembosan, namun nyatanya reuni ini berjalan di luar dugaan panitia, sehingga prediksi menyatakan 8 sampai dengna 10 juta orang hadir dalam reuni akbar tersebut. Meskipun ada banyak hambatan, namun ada beberapa hal yang bisa dijelaskan mengapa Reuni Akbar 212 itu berhasil, diantaranya:

Pertama aura persatuan umat Islam telah masuk ke dalam sanubari umat, sehingga siapapun yang pernah hadir dalam aksi 212 tahun 2016, pastilah hatinya akan terpaut dengan semangat dan persatuan umat Islam. Semangat inilah yang mendorong alumni aksi 212 tahun 2016, tergerak hatinya untuk hadir kembali dalam tahun ini, kecuali mereka yang mendapatkan udzur.

Kedua kisah heroik Aksi Bela Islam tahun 2016 membuat umat Islam yang tidak sempat mencicipi nikmatnya persatuan dan kesatuan hati dan pikiran, merasa perlu dan wajib hadir pada gelaran Aksi Bela Tauhid tahun ini. Ini adalah tambahan peserta yang membuat jumlah peserta Reuni Akbar 212 ini semakin berlimpah

Ketiga momentum pembelaan bendera tauhid dan inilah latar belakang utamanya yang sebelumnya telah terjadi insiden yang tidak diharapkan oleh Umat Islam, sehingga menjadi aspirasi untuk hadir

Keempat adanya kriminalisasi para ulama membuat umat semakin semangat mengikuti Aksi Bela Tauhid untuk ikut serta mendoakan para Ulama, Tokoh Masyarakat yang pro kepada rakyat dan agama. (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *