Luruskanlah Shaf Shalat, Karena Lurusnya Shaf Merupakan Kesempurnaan Shalat

https://www.hudacendekia.or.id/wp-content/uploads/2018/02/meluruskan-shaf.jpg

https://www.hudacendekia.or.id/wp-content/uploads/2018/02/meluruskan-shaf.jpg

Luruskanlah Shaf Shalat, Karena Lurusnya Shaf Merupakan Kesempurnaan Shalat

Al-Multazam (12/11) Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Saw  bersabda, “Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat.” (Muttafaqun ‘alaih). Dalam hadits Bukhori disebutkan, “Karena lurusnya shaf termasuk mendirikan shalat.”

Shalat Ashar Berjamaah Ponpes Terpadu Al-Multazam
Shalat Ashar Berjamaah Ponpes Terpadu Al-Multazam

Dari hadits di atas dapat kita simpulkan bahwa lurusnya shaf shalat merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan untuk setiap jamaah, karena Rosulullah Saw menegaskan bahwa lurusnya shaf merupakan kesempurnaan shalat.

Adapun tata cara merapatkan shaf adalah dengan cara menempelkan bahunya dengan bahu rekannya dan kakinya dengan kaki rekannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Bukhori “Dan keadaan salah seorang, dari kami menempelkan bahunya dengan bahu rekannya dan kakinya dengan kaki rekannya.”

Oleh karena itu sebaiknya imam memperingatkan jamaah untuk merapatkan shafnya sebelum shalat dimulai, mengingatkan mereka untuk menempelkan kaki dan bahunya serta memberikan motivasi bahwa lurusnya shaf merupakan kesempurnaan shalat.

Berkaitan dengan pentingnya meluruskan shaf, Jumhur ulama (mayoritas) berpandangan bahwa hukum meluruskan shaf adalah sunnah. Sedangkan Ibnu Hazm, Imam Bukhari, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Asy-Syaukani menganggap meluruskan shaf itu wajib. Dalil kalangan yang mewajibkan adalah berdasarkan riwayat An-Nu’man bin Basyir

radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya kalian meluruskan shaf kalian atau tidak Allah akan membuat wajah kalian berselisih.” (HR. Bukhari, no. 717 dan Muslim, no. 436). Imam Nawawi rahimahullahberkata, “Tidak lurusnya shaf akan menimbulkan permusuhan dan kebencian, serta membuat hati kalian berselisih.” (Syarh Shahih Muslim, 4:157)

Pentingnya shaf yang lurus membuat beberapa masjid ada yang membuat garis secara khusus untuk shaf jamaah dan menurut para ulama Lajnah, “Hal itu tidaklah masalah. Kalaupun mereka shalat tanpa garis juga tidak mengapa, karena sedikit miring tidaklah masalah.” [Yang menandatangani fatwa: Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz, Syaikh ‘Abdurrazzaq ‘Afifi. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 6:315]

Ponpes Terpadu Al-Multazam kepada para santrinya juga sering mengingatkan pentingnya meluruskan shaf, bahkan imam tidak memulai shalat kecuali telah mengingatkan untuk meluruskan shaf dan merapatkannya. Tujuannya agar mereka bisa mencontoh shalat Nabi Saw dan mendapatkan kesempurnaanya. Wallahu a’lam bishowwab (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *