Kini Lewat Jalan Ini tidak lagi takut, Kenapa ? Ini Alasannya

Jl Kedung Arum

Jl Kedung Arum

Kini Lewat Jalan Ini tidak lagi takut, Kenapa ? Ini Alasannya

Al-Multazam (23/2) Jl. Kedung Arum yang bermakna “Legokan Wangi” kadang tidak sebagus kenyataannya, pasalnya jika malam tiba jalan ini sangat gelap karena minim pencahayaan. Tidak jarang orang harus ekstra hati-hati dan sedikit takut karena lewati pemakaman umum.

Namun kini masyarakat tidak khawatir lagi, karena kemarin, Jum’at (22/22/2019) telah diresmikan Markaz Qur’an Ponpes Terpadu Al-Multazam oleh Ketua YPI Al-Multazam HK, H. Uud Pandu Suandhana, S.Si. dengan segala aktifitasnya, terutama aktifitas Qur’ani yang berkaitan dengan Kajian Keislaman, menghafal Qur’an dan lain sebagainya.

H. Uud Pandu Suandhana, S.Si. – Ketua YPI Al-Multazam HK

Keberadaan Markaz Qur’an sendiri disambut baik oleh Kepala Desa Kedung Arum dalam sambutannya, Sarip Hidayat, bahwa pemerintahan Kedung Arum sangat mengapresiasi keberadaan Markaz Qur’an sebagai salah satu upaya mengenalkan agama kepada masyarakat.

Sarip Hidayat – Kepala Desa Kedung Arum

“Kami, Pemerintahan Desa Kedung Arum sangat menyambut baik keberadaan Markaz Qur’an ini, karena kalau untuk ummat kami dukung, apalagi untuk mendekatkan masyarakat kepada agama.” Tuturnya

H. Uud Pandu Suandhana, S.Si. selaku Ketua YPI Al-Multazam HK berharap Markaz Qur’an ini juga akan memberikan manfaat dan keberkahan bagi daerah setempat, yaitu Desa Kedung Arum, Padarek, dan dan Sekitarnya.

Jamaah Muslimah

“Dengan Ucapan Bismillah, Markaz Qur’an dengan Tema “Membumikan Cahaya Al-Qur’an, untuk Membangun Generasi Qur’ani yang berakhlak Mulia” ini secara resmi saya buka. Semoga keberkahan untuk kita semua, baik Desa Kedung Arum, Padarek dan sekitarnya.” Harapnya

KH. Adin Nurhaedin, Lc.,- Pimpinan Ponpes Terpadu Al-Multazam

Disamping itu, Pimpinan Ponpes Terpadu Al-Multazam, KH. Adin Nurhaedin, Lc., memberikan tausyiah tentang Kemuliaan Al-Qur’an dan Alasan mengapa Markaz Qur’an ini ada. Salah satunya, beliau punya falsafah, jika suatu tempat itu gelap, dan ada cahaya, maka segala makhluk seperti Laron, dan lain sebagainya akan datang. Begitulah Al-Qur’an ibarat Cahaya

“Al-Qur’an itu ibarat cahaya, misalnya Jamaludin, beliau dari Tasik, mengapa jauh-jauh ke Kuningan? Karena Al-Qur’an. Begitulah Al-Qur’an yang akan mengundang kebaikan dari mana saja, dan ini juga kami harapkan keberkahannya untuk kita semua, Desa Sekitar khusunya, Indonesia Umumnya.” Jelasnya (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *