KH. Adin Nurhaedin, Lc.: Kemerdekaan Pada Hakikatnya Bukan Usia 74 Tahun

KH. Adin Nurhaedin, Lc.: Kemerdekaan Pada Hakikatnya Bukan Usia 74 Tahun

Al-Multazam (17/8) Inspektur Upacara peringatan HUT RI 74 langsung dipimpin oleh KH. Adin Nurhaedin, Lc., selaku Pimpinan Ponpes Terpadu Al-Multazam.
Dalam amanatnya beliau sampaikan bahwa Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 ini merupakan limpahan nikmat dan pertolongan dari Allah Swt, sehingga kita patut untuk mensyukurinya.

KH. Adin Nurhaedin, Lc.

“Hari kemerdekaan Indonesia yang ke 74 yang pada hari ini kita semuanya bersyukur kepada Allah Swt, atas limpahan nikmat serta pertolongan dariNya kita semuanya merasakan udara bebas, udara merdeka di Tanah Air Tercinta ini. Dan pada hari ini kumpulnya kita disini adalah untuk memperingati hari kemerdekaan kita, bangsa kita, tanah air Indonesia yang ke 74.” Tuturnya di awal amanatnya

Disamping itu juga beliau memaparkan bahwa atas izin Allah Swt kemerdekaan Republik Indonesia diraih melalui tangan-tangan pejuang yang mulia, peluh keringat serta cucuran daran jutaan pejuang dari para pendahulu bangsa, sehingga beliau berharap Allah Swt membalas semua kebaikan-kebaikan mereka.

Peserta Upacara HUT RI 74

“Para peserta upacara yang dirahmati Allah Swt, kemerdekaan Indonesia merupakan pemberian dari Allah Swt, melalui tangan-tangan yang mulia, melalui peluh keringat, cucuran darah dari ribuan, jutaan para pendahulu kita, orang-orang yang telah ikhlas berjuang karena Allah untuk memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Alhamdulillah sampai saat ini kita merasakan perjuangan mereka, mudah-mudahan perjuangan mereka Allah balas dengan balasan yang setimpal, aamin ya Robbal ‘alamiin.” Tambahnya

Pria yang menjadi Ketua IKADI Kab. Kuningan itu juga menegaskan bahwa kemerdekaan hakikatnya bukan pada usia ke 74, namun sudah diberikan Allah Swt sejak diutusnya Nabi Adam As sampai Nabi Muhammad Saw

“Kemerdekaan pada hakikatnya merupakan pemberian dari Allah Swt, kemerdekaan pada hakikatnya bukan usia 74 tahun, kemerdekaan pada hakikatnya ketika risalah ilahiyah diturunkan kepada Nabi Adam As sampai kepada Nabiyullah Muhammad Saw, kepada manusia pertama Nabi Adam As untuk menempati bumi yang Allah Swt sediakan bagi anak cucu Adam yang hanya sementara ini.” Tegasnya

Peserta Upacara HUT RI 74

Pimpinan Pondok itu juga menjelaskan makna kemerdekaan yaitu melepaskan diri dari belenggu-belenggu kejahatan, belenggu-belenggu hawa nafsu dan menjadikan dirinya hanya patuh kepada Allah Swt

“Kemerdekaan pada hakikatnya mengajak seluruh umat Manusia untuk melepaskan belenggu-belenggu kejahatan, belenggu-belenggu hawa nafsunya untuk menjadikan dirinya Hamba yang tunduk dan patuh kepada Allah Swt.” Terangnya

Dan Pria lulusan Pesantren Husnul Khotimah generasi pertama itu juga mengisyaratkan bahwa umat akhirul zaman, kemerdekaanya ditandai dengan diutusnya Rosulullah Saw ke muka Bumi.

“Bagi kita merasakan kemerdekaan itu ketika lahirnya Nabi kita Muhammad Saw, itu merupakan petunjuk bagi kita bahwa Rosulullah Saw diutus ke dunia ini adalah untuk memerdekakan umat manusia, umat akhir zaman.” Tambahnya (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *