Ketika Belajar Malam Menjadi Kebiasaan

Ketika Belajar Malam Menjadi Kebiasaan

Pagi belajar, siang belajar, sore belajar, malam pun tetap belajar. Belajar, belajar, dan belajar. Tiada hari tanpa belajar, tidak berhenti untuk tetap belajar. Itulah santri SMAIT Al-Multazam.

Mungkin sebagian orang merasa bahwa belajar itu membosankan bahkan ada juga yang beranggapan buat apa belajar. Toh orang biasa juga bisa sukses tanpa belajar. Orang tak berpendidikan pun bisa hidup sukses tanpa harus sekolah dan belajar. Belum tentu yang belajar jadi sukses dan menjadi orang yang berhasil. Belum tentu juga dengan belajar dapat membawa seseorang pada apa yang dicita-citakan. Ternyata semua anggapan tersebut tidak berlaku bagi santri SMAIT Al- Multazam bahkan tidak ada pengaruhnya bagi mereka. Semangat belajar mereka tetap tumbuh dan terbangun tidak hanya ketika akan ujian, tetapi hari-hari biasa pun tanpa ujian, belajar tetap mereka biasakan.

Dengan metode tutor sebaya, belajar malam merupakan waktu yang tepat bagi santri SMAIT Al-Multazam memahami materi yang akan diajarkan atau sudah diajarkan guru di sekolah. Selain waktu yang tepat, belajar malam menjadi salah satu program SMAIT yang sudah lama dijalankan. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar santri dan menjadi ajang saling bertukar pikiran ilmu pengetahuan dalam menuntaskan rasa keingintahuan mereka terhadap ilmu atau materi yang sebelumnya sudah dipelajari.

Bertukar pendapat, mengajarkan teman yang butuh penjelasan lebih detail, membantu mencarikan solusi atas permasalahan materi yang belum dipahami, dan memberikan kemudahan pada santri yang malu bertanya kepada guru ketika di kelas, itu semua mereka lakukan ketika belajar malam. Memang belajar di malam hari akan lebih mudah diserap oleh otak, apalagi yang mengajarkan teman sepermainan, teman seangkatan. Bukan berati penjelasan dari guru ketika proses kegiatan belajar mengajar di kelas tidak jelas dan sulit dimengerti, melainkan jika belajar atau yang mengajarkan teman sebaya, maka rasa canggung, segan, atau mungkin takut bertanya kepada guru saat di kelas tidak terjadi manakala yang mengajarkan mereka teman sebaya.

Belajar malam, belajarnya para santri yang tanpa henti dilakukan hanya sekadar untuk mendapatkan pengetahuan lebih selain yang sudah dipelajari dan dijelaskan guru di dalam kelas. Tidak ada kata stres dalam belajar sukses karena pada hakikatnya belajar bukan untuk stres, melainkan agar sukses. Sukses dan keberhasilan akan tercapai jika proses menuju ke sana dijalankan dengan penuh kesungguhan dan keyakinan kuat bahwa keberhasilan akan didapat dari usaha dan dan tentunya dibarengai doa, itulah yang utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *