KENAPA KITA HARUS MENULIS

KENAPA KITA HARUS MENULIS

Awalnya saya tidak tertarik dengan dunia menulis, karena saya melihat bahwa menulis adalah suatu pekerjaan yang cukup sulit. Tetapi setelah saya menyadari bahwa ada banyak hal positif yang di peroleh dari menulis, akhirnya saya mulai belajar dan mencoba untuk menulis.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai menikmati menulis. Motivasi untuk menulis pun mulai meningkat. Menulis merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan. Anda akan merasa rindu untuk menulis apabila anda sudah menggeluti dunia ini. Dengan menulis kita bisa mencurahkan isi pikiran kita. Dengan menulis  kita bisa menuangkannya ke dalam tulisan, baik itu perasaan senang, sedih, kesal, marah dan lainnya.  Dengan menulis kita juga dapat menyampaikan pendapat kita, khususnya pada hal-hal yang ingin kita kritisi, misalnya kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, pelayanan public yang kurang ramah misalkan.


Selain mencurahkan perasaan, kita juga bisa membuat tulisan informatif, dengan menulis kita bisa berbagi informasi kepada orang lain. menuliskan pengalaman-pengalaman yang pernah kita alami, tips-tips, hasil peneitian dan lain-lain.

Tulisan juga bisa menjadi tolak ukur tingkat intelektualitas seseorang. Keilmuan seseorang bisa dibuktian dengan tulisan-tilisan yang dibuatnya. Seseorang yang memiliki gelar akademik yang tinggi biasanya sudah pernah membuat karya tulis.

Aktifitas menulis bisa dilakukan oleh semua kalangan. Setiap orang bisa menjadi penulis. Untuk menjadi penulis tidak harus bergelar sarjana. Untuk menulis tidak memerlukan panggung. Untuk menulis tidak terpaku di suatu tempat tertentu. Menulis bisa dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Menjadi seorang penulis itu lebih mudah daripada menjadi seorang pembicara. Yang terpenting bagi seorang penulis adalah memiliki motivasi dan komitmen yang kuat untuk menulis.

Manfaat dari sebuah tulisan bisa dirasakan oleh lebih banyak orang. Jikalau seseorang bisa berbicara didepan ratusan atau ribuan orang dalam satu waktu, maka tulisan dari seorang penulis hebat dapat dibaca oleh orang dengan jumlah yang lebih besar dari itu, jutaan orang, bahkan lebih.

Yang lebih hebat lagi, tulisan itu bisa dibaca berkali-kali dari generasi ke generasi. Kita ambil contoh novel harry poter yang ditulis oleh J.K Rowling. Buku ini dirilis pada 30 Juni 1997. Penjuaalannya sampai dengan bulan Juli 2013 mencapai 450 juta kopi yang tersebar di seluruh dunia. Buku lainnya adalah berjudul The Lord of The Rings karya J.R.R Tolkien, seorang professor yang sangat ahli dalam sastra Inggris dari Oxford University. Buku ini ditulis dari tahun 1937 sampai 1949 dan terjual sebanyak 150 juta eksemplar.

Banyak alasan kenapa kita harus menulis, tetapi disini saya hanya menuliskan beberapa. Berikut ini beberapa alasan kenapa kita harus menulis.

  1. Menulis merupakan salah satu bentuk amal jariyah. Menulis merupakan usaha untuk mencetak mesin penghasil pahala sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat.
    Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak Adam itu mati, maka terputuslah amalnya, kecuali (amal) dari tiga ini: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR Muslim).

Tulisan yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah bagi si penulis, artinya amal yang terus mengalir kepada penulisnya, bahkan saat penulis sudah tidak ada di dunia. Selama tulisan itu dibaca dan di rasakan manfaatnya oleh orang yang membacanya, maka pahala kebaikan yang akan terus mengalir pahalanya Semakin banyak manfaat dari tulisan kita, maka semakin banyak pahala yang kita dapatkan.  Maka menulislah agar kita tetap hidup.

  • Menulis merupakan salah satu media untuk menebar manfaat. Menulis bisa menjadi media dakwah bagi seorang da’I. Menulis bisa menjadi media mengajar bagi para guru.

    Sabda Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari).

    Para penulis adalah orang yang berkontribusi besar dalam menghidupi dunia informasi, apalah jadinya kalau orang-orang pintar malas untuk menulis, apalah jadinya kalau orang-orang hebat tidak mau berbagi penglamannya dalam bentul tulisan. Berbagai informasi yang tersaji di berbagai media tidak terlepas dari jasa para penulis, baik yang menuliskannya di media cetak, media online, buku, blogg, dan lain-lain.
          

Siapa yang ingin menjadi orang yang bermanfaat? Maka tulislah hal-hal yang bermanfaat.

  • Menulis merupakan alternatif lain untuk menyampaikan gagasan atau pikiran. Bagi orang yang ingin menyampaikan nasihat atau ilmu-ilmu yang dimilikinya tetapi tidak memiliki keberanian atau kesempatan untuk menyampaikan langsung secara lisan di hadapan public maka menulis menjadi pilihan terbaik. Kita bisa menyampaikan pemikiran kita melalui tulisan di media sosial online maupun cetak.
  • Menulis dapat mengurangi stress. Setiap orang pasti memiliki masalah. Masalah yang hanyadipendam dalam hati tanpa ada solusi dapat mengakibatkan steress. Dengan menulis kita bisa mengungkapkan isi hati kita ke dalam tulisan, setidaknya dengan menulis dapat mengurangi stress yang dialami.
  • Menulis dapat menghasilkan uang jika di dalami dengan serius. Banyak penulis-penulis terkenal yang hidup berkecukupan dari karya tuisnya. Seyogyanya dalam menulis jangan berharap imbalan terlebih dahulu, namun bagi para penulis yang betul-betul menulis untuk kebaikan, maka Allah akan balas kebaikan mereka dengan kebaikan yang berlipat ganda. Sebut saja Andrea Hirata, Habiburrahman El Shiraji, beliau-beliau adalah para penulis novel best seller. Tidak hanya itu, karya-karyanya tembus ke layar lebar. Untuk pemasarannya bahkan sampai ke luar negeri.

  • Menulis dapat menambah wawasan kita. Dalam membuat tulisan tentunya kita harus banyak membaca, karena penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Dengan menulis kita dituntut untuk banyak membaca apapun untuk menambah referensi kita. Semakin banyak menulis, semakin luas wawasan kita.
  • Menulis merupakan aktifitas para ulama, Ulama-ulama besar adalah para penulis sejati. Jumlah kitab yang ditulis tidak hanya satu atau dua, tetapi puluhan bahkan ratusan.

    Para ulama dahulu sepanjang hidupnya dihabiskan untuk belajar, mengajar dan menulis. Mereka mengisi hari-harinya untuk mengarang kitab. Wajar saja kalau karya-karyanya menjadi karya monumental yang tak sirna dimakan zaman.

    Sampai saat ini kitab-kitab hasil karya para ulama terdahulu masih banyak di jadikan rujukan di dunia akademik. Beberapa ulama dengan keryanya Imam Nawawi dengan Kitab Riyadussholihin, Imam Al-Ghazali dengan kitabnya Ihya Ulumudin, Ibnu Batutah Ar Rihlah dan banyak lagi.
  • Seorang penulis akan tetap hidup walaupun walaupun jasadnya telah berada di bawah tanah. Dengan karya-karyanya seorang pen “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak meunlis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Menulis adah bekerja untuk kebadian.” (Pramoedya Ananta Toer).


    Oleh:
     Agus Sofyani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *