Kang Deden Bagi Tips Membuat Berita

Kang Deden, Kuningamass

Kang Deden, Kuningamass

Kang Deden Bagi Tips Membuat Berita

Al-Multazam (20/10) Media saat ini menjadi pemain terbesar dalam kehidupan kita, karena dapat memberikan peran lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya. Hal itulah yang disampaikan oleh Ketua YPI Al-Multazam HK, KH. Abdul Rosyid, Lc.,M.Ag. dihadapan peserta Pelatihan Jurnalistik dan Kewartawanan yang merupakan Kontributor Media Al-Multazam.

KH. Abdul Rosyid saat memberikan pengarahan
KH. Abdul Rosyid saat memberikan pengarahan

“Kita patut bersyukur kepada Allah, karena saat ini kita berada pada kegiatan yang penting, kenapa ? Karena media saat ini menjadi pemain terbesar dalam kehidupan kita, ia memberikan peran yang besar dibandingkan dengan yang lain. Bayangkan, hanya karena satu berita yang terbesar semua orang bahkan dunia dibuat terperangah.” Tuturnya dalam pembukaan

Sementara itu, Ust. Juheni, S.Ag.,M.Pd. selaku Kepala Divisi Humas dan Dakwah YPI Al-Multazam HK mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas masing-masing kontributor, dan harapannya ilmu yang didapatkan bisa langsung dipraktikan.

Ust. Juheni tengah memberikan sambutan
Ust. Juheni tengah memberikan sambutan

“Acara ini merupakan acara lanjutan dari program Huda untuk kontributor, yaitu untuk peningkatan kapasitas masing-masing kita dan harapannya ilmu yang didapatkan hari ini bisa langsung dipraktikan.” Jelasnya

Pelatihan Jurnalistik dan Kewartawanan kali ini disampaikan oleh Wartawan Senior dari kuninganmass.com, Deden Rijalul Umam atau akrab disapa Kang Deden.

Setidaknya ada dua hal penting yang disampaikan dalam pelatihan tersebut, yaitu teknik dasar membuat berita dengan 5 W 1 H – nya dan teori segitiga terbaik.

“Setidaknya ada dua hal penting yang harus diingat dalam membuat berita, yaitu rumus 5 W 1 H dan Teori segitiga terbalik.” Ucapnya di pertengahan materi

Pria keluaran Radar Cirebon itu, sudah menggeluti bidang menulis berita sejak tahun 2004, tidak heran jika bahasa santainya menjelaskan teori menulis berita dan beberapa pengalamannya kepada para hadirin membuat semua bisa memahaminya.

Buktinya ketika semua kontributor yang jumlahnya 42 itu disuruh membuat berita, mereka hanya butuh 10 menit untuk membuat berita tentang kegiatan pelatihan tersebut, dengan judul dan konten yang berbeda-beda.

Deden sendiri mengungkapkan bahwa kelihaiannya menulis bukan karena faktor pendidikan yang ia kenyam di bangku kuliahan jurusan KPI, tapi ia mengaku dari pengalaman dan kemauan menulis. Dari pengalamannya ia mendapatkan teori-teori untuk menanklukan nitizen agar mereka tertarik dengan tulisan-tulisan yang diposting.

Oon Rohyana tengah memberikan masukan
Oon Rohyana tengah memberikan masukan

“Sebenarnya teori menulis itu karena pengalaman, meskipun saya sudah mendapatkan materi secara teori pada saat saya kuliah jurusan KPI, namun tetap saja pada saat di lapangan saya mengalami kesulitan.” Jelasnya saat diwawancarai MediaAm

Ketua panitia, Oon Rohyana juga menambahkan agar setiap kontributor membuat tulisan di web Al-Multazam dengan tulisan masing-masing sesuai dengan jenjang pendidikannya. (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *