Insiden?
oleh : Dian (FLP Kuningan)

Menjelang maghrib, hati ini terus gelisah.
Gelisah menimbang-nimbang keputusan.
_”Ngaji nggak ya, malam ini? Di luar hujan. Males ah, basah.”_ Begitu kira-kira kebingunganku sore tadi.
Tapi akhirnya aku pergi ngaji juga.
Di sepanjang perjalanan, sambil mengais Al-Qur’an dan membawa payung, aku bersenandung ria, menikmati udara dingin yang terasa sejuk.
Sampai di pengajian, aku merasa kakiku kotor dan aku pun pergi ke belakang ruangan untuk mencuci kaki di kolam.
Tapi, tahu apa yang terjadi?
Srrrtttt… Byuuurrrr…
Licinnya membuatku terdiam beberapa detik.
Otakku seakan berhenti berfungsi saat itu juga.
Saat kulitku merasakan dinginnya air kolam, barulah aku tersadar akan apa yang terjadi.
Aku jatuh!!!
Ya, benar. Aku jatuh terpeleset. Terpeleset dengan mudahnya dan sangat cepat.
Aku merasa badanku sakit dan setengah kakiku basah.
Anehnya aku tidak mengeluarkan suara sama sekali saat terjatuh tadi, jadi tidak ada yang menyadari bahwa aku jatuh.
Dan bodohnya lagi, aku malah mentertawakan diriku sendiri.
Untungnya, saat terjatuh tadi, Al-Qur’an dan buku yang aku pegang tidak terkena air sama sekali, alhamdulillah.
Rasanya aku ingin pulang saja karena malu dengan keadaan basah begitu.
Tapi pada akhirnya aku masuk juga dan bersikap seakan tak terjadi apa-apa.
Aku duduk dengan tidak nyamannya karena celanaku basah.
Untungnya hanya basah di bagian lutut kebawah.
Meskipun begitu, tetaplah tidak nyaman.
Ya, dan sekarang aku sudah di rumah dan menuliskan ini sebagai pengikat ingatan.
Selamat Malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *