Inilah Upaya Tim BK SMPIT Al-Multazam 2 Cegah Santri Konsumsi Rokok dan Vape

Ustadz Dede Sentosa saat memberikan materi sosialisasi. (foto : Tim BK Al-Multazam 2)

Linggajati – Serangan peredaran rokok maupun vape di Indonesia sepertinya tak mengenal segmen usia konsumennya. Contohnya, kadang masyarakat melihat pemandangan kurang etis beberapa pelajar yang mengkonsumsi dua produk tersebut. Padahal untuk rokok, pemerintah sudah menampilkan peringatan bahaya merokok lengkap dengan gambar menyeramkan korban dari asap rokok. Selain itu, produsen sudah memberi label pada bungkusnya dengan logo ’18+’ (hanya boleh dikonsumsi oleh usia 18 tahun ke atas).

Hal ini membuat tim Bimbingan Konseling Al-Multazam 2 prihatin dan mengupayakan agar rokok dan vape tidak sampai ke tangan santri. Salah satu upaya tersebut yakni, menggagas Bimbingan Klasikal kepada santri kelas 8 di masjid Al-Huda, Sabtu (24/8/2019). Sebagai pemateri sosialisasi, Dede Sentosa, S.Sos. menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada santri bahaya dari konsumsi rokok dan vape. “Rokok dan vape mengandung TAR dan Nikotin yang berdampak negatif bagi tubuh. Keduanya bisa menyebabkan kecanduan, malas, kemampuan otak menurun”, tambahnya.

Ia menegaskan, agar santri untuk tidak pernah mencoba rokok dan vape. Karena menurutnya, otak depan seseorang bisa mengalami kerusakan karena efek kecanduan yang bisa meningkatkan hormon Dopamin. “Agar kalian (santri) terhindar dari rokok maupun vape, jauhi lingkungan perokok dan sibukkan diri dengan kegiatan yang positif”, kata Dede.

(Media AM 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *