Hari Ayah Nasional, Santri Ponpes Terpadu Al-Multazam Harus Belajar Dari Ketulusan Sang Ayah

Pak Udin Tengah Memotong Batang Pohon

Pak Udin Tengah Memotong Batang Pohon

Hari Ayah Nasional, Santri Ponpes Terpadu Al-Multazam Harus Belajar Dari Ketulusan Sang Ayah

Al-Multazam (12/11) 12 November adalah Hari Ayah Nasional, tidak untuk dirayakan tapi perlu kita rasakan dalam hati, bahwasanya ada seorang laki-laki yang tegar dalam membersamai kita, padahal ketegarannya boleh jadi karena ia tidak ingin keluarganya melihat dirinya lelah.

Ilustrasi Sang Ayah Bekerja Keras
Ilustrasi Sang Ayah Bekerja Keras

Ia memang bukan superhero yang memiliki kekuatan hebat dalam menumpas kejahatan dalam serial drama televisi, tapi sang ayah selalu berusa memenuhi apa yang dibutuhkan oleh istri dan anak-anaknya.

Kepanasan, kehujanan dan tidak jarang sang ayah dekat dengan sang maut demi memenuhi kewajibannya mencari nafkah untuk keluarganya. Banyak juga ayah yang tidak peduli dengan badannya yang makin hari semakin rapuh, namun ia tetap berusaha berdiri demi melihat senyum keluarganya.

Ayah memang tidak mengandung kita, namun kehadirannya membuat nyaman diri kita. Ayah memang tidak melahirkan kita, namun kehadirannya membuat kita aman berada di dekatnya. Ayah memang tidak menyusui kita, namun darah dan daging kita tumbuh dari hasil keringatnya.

Wahai santri-santri, anak-anak dimanapun berada, bersyukurlah jika hari ini engkau masih memiliki ayah, karena banyak yatim disana menangis hanya karena ingin dipeluk ayahnya. Berbaktilah kepadanya, karena ia rela engkau utamakan ibundamu tiga kali lebih daripadanya, dan karena itu, engkau pun harus menyayanginya seperti engkau menyayangi ibundamu.

Pak Udin Tengah Memotong Batang Pohon
Pak Udin Tengah Memotong Batang Pohon

Sebutlah, Pak Udin, salah satu pegawai Al-Multazam bagian sarana ini tak henti-hentinya bekerja. Yang dipirkan olehnya bukan keselamatannya, melainkan tawa istri dan anak-anaknya. Ia sudah tidak peduli dengan badannya yang kepanasan atau kedinginan, asal keluarganya bisa makan yang halal, maka pekerjaan seperti apapun ia lakoni. Dan Pak Udin hanyalah contoh dari sekian juta ayah yang berbuat seperti halnya Pak Udin. Barokallahu Fiikum

Selamat Hari Ayah 12 November – Semoga kita semakin mencintai ayah kita karena Allah Swt. Aamiin (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *