FESTIVAL LITERASI BARENG SANTRI

FESTIVAL LITERASI BARENG SANTRI

Al-Multazam (30/10) Berawal dari sebuah usulan, kemudian jadi bahan pembicaraan untuk didiskusikan, saran, masukan, dan kritikan pun tak lepas dari perdebatan kami, sehingga pada sebuah kesimpulan, festival literasi bertema “Semarak Bulan Bahasa Bersama Literasi Ciptakan Santri Penuh Inspirasi”, harus terlaksana.

Senin, 29 Oktober 2018 bersama tim, kader literasi, dan OSMA bagian departemen jurnalistik dan kesenian menyelenggarakan festival literasi _bareng_ santri. Dipandu ustad Eko Budi Prasetyo, kegiatan ini mendapat respons luar biasa, terlihat dari antusias santri dan dewan guru SMAIT Al-Multazam dalam mengikuti festival ini hingga akhir acara. Gegap gempita, sorak sorai santri membuat kegiatan ini makin meriah. Melalui balutan lomba mading dan desain poster literasi menambah cerita lain penuh ambisi dan membakar hati para santri untuk dapat menjadi juara di perlombaan festival literasi kali ini.

Di bawah teriknya matahari, seluruh peserta terlihat makin semarak sesemarak festival literai tahun ini. Dibuka dengan doa; pembacaan ayat suci Al-Quran oleh si suara adem, Abdullah Hanif kelas XII, menambah energi positif luar biasa di hati kami dan santri. Dilanjutkan sambutan tunggal dari kepala sekolah, Ustad Edi Gunarto, S.Pd. membuat suasana bertambah hangat sehangat mentari pagi yang mampu membakar semangat santri dalam mengikuti festival literasi ini. Menurut beliau “literasi menjadi sebuah kegiatan positif yang harus diterapkan oleh semua santri juga guru. Dengan berliterasi kita akan mendapatkan wawasan luas seputar ilmu pengetahuan.” Beliau pun menambahkan, “Negara Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal berliterasi. Diperkirakan hanya 0, 01% minat baca masyarakat Indonesia terhadap buku, hasil riset 2014.” Diakhir sambutan Bapak kepala sekolah pun menyampaikan “literasi bukan hanya membaca, melainkan menulis untuk menghasilkan sebuah karya, berharap dari lulusan SMAIT Al-Multazam akan lahir para penulis penuh literasi”
Ucapan adalah doa terbaik, semoga.

Penampilan demi penampilan, mulai dari teatrikal, pembacaan puisi, dan musikalisasi puisi mewarnai kegiatan festival literasi serta mengiringi dewan juri dalam menilai mading dan poster.

Pemberian penghargaan terhadap literat dan wali kelas terbaik hmenambah suasana makin meriah. “Hal ini dilakukan untuk memotivasi santri dalam membaca, menulis, dan berkarya sesuai dengan slogan literasi; membaca, menulis, dan berkarya”, ungkap penanggungjawab literasi SMAIT.

Diakhir kegiatan, presentasi dari 4 terbaik lomba mading baik santri ikhwan maupun akhwat menjadi penutup festival literasi kali ini. Semoga di tahun yang akan datang kegiatan seperti ini jauh lebih baik. (WW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *