Berkah Ramadhan, Lebih dari 200 Jamaah Majelis Taklim Maniskidul Khataman Qur’an di Al-Multazam

Berkah Ramadhan, Lebih dari 200 Jamaah Majelis Taklim Maniskidul Khataman Qur’an di Al-Multazam

Al-Multazam (29/5) Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, penjelas dan pembeda antara yang hak dan yang bathil. Tidak diragukan bahwa bulan Ramadhan penuh dengan keberkahan, salah satu tandanya adalah Tilawah Al-Quran bergema dimana saja, tidak terkecuali di lingkungan Ponpes Terpadu Al-Multazam.

Lebih dari 200 jamaah dari berbagai majelis taklim di maniskidul adakan khataman Quran di Ponpes Terpadu Al-Multazam, mereka semua dari jamaah majelis taklim Mar’atussholihah, At-Taqwa dan Shirothol Mustaqim.

Ibu-Ibu Majelis Taklim

Selain khataman Quran, kegiatan tersebut diisi dengan Hadhoroh bagi pendiri Lembaga yang telah wafat, Sholawatan, Taujih, Tausyiah, reward bagi komunitas Odoj dan Santunan.

Hj. Nining Rimawati selaku shohibul maqosid menyampaikan banyak terima kasih telah memenuhi undangan dalam rangka menguatkan ukhuwah islamiyyah dan menjalin tali silaturahim

“Pribados ngahaturkeun rebu-rebu nuhun kana kasumpingan ibu-ibu sadaya, memang sengaja dina tahun ieu pribados ngalaksanakeun silaturahim untuk kebersamaan kita, untuk menjalin ukhuwah kita semua, sehingga kita saling mengenal, walau orang manis sadaya ge kadangkawis teu aya nu tepang nya ?” tuturnya dengan bahasa sunda

Hj. Nining Rimawati

Selain itu, Hj. Siti Mahmudah mengibartkan orang mukmin yang mencintai Al-Quran seperti buah jeruk yang harum baunya dan manis rasanya, sementara orang mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah kurma, meskipun manis namun tidak bau, dan orang yang tidak beriman serta tidak mempelajari Al-Quran seperti buah

“Orang mukmin membaca Al-Quran seperti jeruk yang harum lagi manis, orang mengaku mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah kurma, gak ada kurma yang harum, sementara orang bohong tapi rajin baca Quran seperti bunga, harum baunya tapi pahit.” Tuturnya memotivasi jamaah

Hj. Siti Mahmudah

Sementara itu, H. Uud Pandu Suandhana, S.Si., selaku Ketua YPI Al-Multazam HK memotivasi jamaah dan memperingati untuk menjauhi 10 pembatal pahala puasa, diantaranya tidak ikhlasnya niat.

“tidak ikhlasnya niat, oleh karena itu setiap habis terawih suka niat bareng-bareng untuk mengingatkan semua, nawaitu shoumal ghadi an adaai fardhu syahri ramadhana lillahi ta’ala, intin mereka semua sudah melaksanakan niat karena memang niat adalah seluruh landasan beribadah, ketika kita melangkah dari rumah ibu-ibu menuju kesini dengan niat mencari ridha Allah Swt, mencari ilmu yang bermanfaat maka niat itulah yang akan dicatat, tetapi kalau ibu-ibu niat kesininya mencari berkat, maka sia-sia perjalan ibu-ibu semua.”tuturnya

H. Uud Pandu Suandhana, S.Si.,

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembagian reward, santunan dan lain sebagainya. (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *