Al-Multazam Peringati Hari Santri Nasional, Semua Bersarung dan Berpeci Hitam

KH. Adin tengah memberikan nasihat

Al-Multazam Peringati Hari Santri Nasional, Semua Bersarung dan Berpeci Hitam

Paskibra Al-Multazam
Paskibra Al-Multazam

 

 

 

Al-Multazam (22/10) Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam merupakan salah satu Pondok Pesantren terbesar di Kabupaten Kuningan. Keberadaannya dirasa telah membawa manfaat besar dalam dunia pendidikan, terlebih lagi pendiri KH. Sahal Suhana, SH (Almarhum) seorang santri sejati, sebelumnya telah mendirikan Ponpes Husnul Khotimah.

KH. Adin dan Para santri sedang hormat kepada bendera merah putih
KH. Adin dan Para santri sedang hormat kepada bendera merah putih

Hari ini menjadi hari istimewa bagi para santri, pasalnya hari ini merupakan hari santri nasional. Dan bertepatan dengan itu, Ponpes Terpadu Al-Multazam menggelar upacara peringatan hari santri nasional di lapangan serbaguna dengan syarat memakai baju koko, sarung dan peci hitam bagi laki-laki dan untuk perempuan memakai jilbab putih dan gamis hitam.

Sebagaimana disampaikan oleh KH. Adin Nurhaedin, Lc., bahwa peranan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak bisa dipungkiri keberadaannya. Oleh karena itu, beliau meminta peringatan hari santri ini bukan hanya sekedar rutinitas tahunan, melainkan bisa dijadikan momentum mengembalikan fungsi para santri untuk tafaqquh fid diin dan menjadi mundzir  atau juru dakwah di masyarakat.

KH. Adin Nurhaedin, Lc. tengah memberikan nasihat
KH. Adin Nurhaedin, Lc. tengah memberikan nasihat

“Momentum hari santi nasional ini harus kita jadikan wadah untuk refleksi untuk kita semua, para asatidz dan santri. Yang pertama, kemerdekaan Indonesia lahir karena sumbangsih para ulama dan para santri, tanpa mereka Negeri ini tidak akan pernah terbentuk sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan yang kedua, kita harus mempertahankan Republik Indonesia ini dengan sekuat tenaga, dengan sepenuh pemikiran dan sepenuh hati kita, agar negara ini tetap eksis sampai hari kiamat nanti ini.” Jelasnya

Menurut pria lulusan Al-Azhar Mesir itu, bahwasanya ada orang-orang yang menginginkan negara Indonesia ini terpecah-pecah, sehingga beliau mengajak untuk sama-sama menjaga persatuan dan mempertahankan Republik Indonesia ini dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, terutama kepada para santri yang sejak dahulu mereka selalu menjadi orang-orang besar di Indonesia ini, seperti Buya Hamka, Muhammad Natsir, Sutan Tahir dan lain sebagainya.

Upacara Hari Santri Nasional
Upacara Hari Santri Nasional

Disamping peringatan hari santri, upacara tersebut juga dalam rangka penggalangan dana untuk saudara-saudara yang terkena musibah di Palu Donggala Sulawesi Tengah. Terutama dari para santri, mereka siap menginfakan mulai dari 100 ribu sampai dengan satu juta, yang semuanya itu mereka ikhlaskan dari uang jajan mereka. (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *