AKHIR DARI SEBUAH PENILAIAN

AKHIR DARI SEBUAH PENILAIAN

Betapa pentingnya sebuah nilai. Hal apa pun yang terjadi dan dialami oleh manusia selalu dikaitkan dengan nilai. Seperti arti kata nilai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengandung beberapa pengertian, tidak hanya arti nilai pada sebuah tulisan angka-angka melainkan lebih luas dari itu.

Nilai merupakan sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Pengertian lain menjelaskan bahwa nilai yakni sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya. Berdasarkan dua pengertian di atas sudah jelas bahwa nilai tidak hanya sebatas pada angka sebuah ketercapaian semata, tetapi lebih pada moralitas seseoang dalam bertingkah laku dan mematuhi segala aturan yang berlaku dimana pun dia berada.

Terlepas dari pengertian nilai di atas, terkadang kita selalu berpatokan pada nilai yang bersifat angka. Jika angkanya kecil maka sedikit kecewa yang ada. Padahal jika kita melihat lebih jauh adanya perubahan lebih baik dari seseorang, contoh pada ucapan dan perbuatan atau kebiasaan baik lainnya, itulah nilai yang sesungguhnya, nilai terbesar dan patut dijadikan kebanggaan. Hal inilah yang sering terjadi pada setiap orang tua ketika melihat nilai anak di penilaian akhir yang diberikan guru dan tertulis di lembaran- lembaran kertas berisi angka. Sungguh disayangkan jika kita sebagai orang tua masih berpatokan pada pengertian nilai yang bersifat angka.

Bukti dari pernyataan tulisan di atas, saat pengambilan rapor, banyak diantara orang tua yang menyalahkan dan merasa kecewa terhadap anak mereka ketika melihat nilai dan peringkat anaknya di bawah rata-rata atau tidak sesuai yang diharapkan. Padahal ketika melihat tingkah laku, perbuatan, ucapan, dan kebiasaan si anak terbilang anak yang rajin dan solih solihah. Inilah yang mesti ditanamkan pada setiap orang tua bahwa nilai tidak menjamin segalanya. Dengan perubahan tingkah laku dan kebiasaan baik itu sudah cukup membuktikan bahwa si anak telah berhasil. Mungkin memang nilai berupa angka juga menjadi standar perubahan kebiasaan anak, tetapi diharapkan pada setiap orang tua agar tidak terlalu berstandar ke arah sana.

Tugas kita semua sebagai tim pengajar atau gurulah yang mesti memberikan pengarahan dan penjelasan bahwa nilai angka yang diperoleh anak bukan segala-galanya. Karena segala galanya tidak diukur dengan nilai. Maka pemberi nilai juga harus memperhatikan perubahan-perubahan baik yang ditunjukkan oleh setiap anak, baik dalam keluarga maupun anak didik di sekolah agar akhir dari sebuah penilaian yang diberikan tetap signifikan. Tidak hanya kepada guru atau pengajar, tetapi kepada semua para penilai dalam hal ini para atasan yang menilai bawahannya juga harus melihat ke arah sana. Nilai tidak bisa diukur dengan hanya dia itu pandai atau kurang pandai, tetapi nilai bisa dilihat dari perubahan jauh lebih baik dari seseorang dalam bersosialisasi, bertingkah laku dan kebiasaan baik lainnya.

Akhir dari sebuah penilaian akan tetap dijadikan patokan seseorang melihat sejauh mana ketercapaian yang telah didapatkan. Bukan hanya nilai angka, melainkan lebih dari itu. Semoga bermanfaat.

Salam literasi dan selamat beraktivitas kembali dalam mendidik putra putri bangsa dengan lebih memperhatikan nilai berupa perubahan akhlak jauh lebih baik. Semoga. (WW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *