17 Juli Akan Terjadi Gerhana Bulan, Berikut Tata Cara dan Bacaan Sholat Gerhana

17 Juli Akan Terjadi Gerhana Bulan, Berikut Tata Cara dan Bacaan Sholat Gerhana

Al-Multazam (16/7) Berdasarkan himbauan Kementrian Agama agar masyarakat Muslim melaksanakan shalat Sunnah gerhana bulan, yang insyaAllah bertepatan dengan tanggal 17 Juli 2019 atau 14 Dzulqo’dah 1440 H.

“Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 04:30 WIB,” ujar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin, dalam keterangan tertulis, Senin (15/7/ 2019).

Adapun prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah Indonesia bagian barat dan tengah bisa mengamati gerhana bulan. Gerhana bulan terjadi mulai bisa diamati pada 03.01 WIB hingga 05.59 WIB, pada Rabu depan.

Berkenaan dengan hal itu, Ponpes Terpadu Al-Multazam melalui Badan Otonom Pembinaan telah mengumumkan akan melaksanakan shalat gerhana bulan yang insyaAllah akan dilaksanakan di Masjid Besar untuk Akhwat dan Masjid SDIT Al-Multazam untuk Ikhwan

“InsyaAlloh besok kita akan melaksanakan sunnah rosul dengan melaksanakan sholat khusuf tempat utk ikhwan di masjid SDIT utk akhwat di masjid besar, Pelaksanaanya setelah subuh.” Tuturnya di Group WA

Berkaitan dengan pelaksanaan shalat gerhana, berikut tata caranya

  1. Berniat di dalam hati;
  2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;
  3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);
  4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;
  5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”;
  6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
  7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;
  8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);
  9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;
  10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
  11. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *