Mimbar Jum’at, KH. Abdul Rosyid: Manusia itu diciptakan sifatnya suka mengeluh

Mimbar Jum’at, KH. Abdul Rosyid: Manusia itu diciptakan sifatnya suka mengeluh

Al-Multazam (25/1) Ibadah Shalat Jum’at di Masjid Ponpes Terpadu Al-Multazam kali ini, jamaah kembali diajak oleh Sang Khatib untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt, sebagai bekal terbaik menuju akhirat dan sebagai tolak ukur sebuah kemuliaan.

KH. Abdul Rosyid, Lc.,M.Ag., selaku Mudirul Ma’had Al-Multazam 2 menjadi Khatib dengan menggambarkan sifat manusia secara umum yang suka mengeluh dengan semua keadaan. Kiyai yang pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam HK ini mengutip sebuah ayat dari Surat Al-Ma’arij : 19-21 yang artinya :

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” Qs. 70: 19-21

Ayat di atas sejalan dengan apa yang dirasakan kebanyakan manusia, dan beliau menggambarkan dengan sebuah contoh manusia mengeluh meminta hujan jika saat itu sedang musim panas dan begitu juga sebaliknya.

KH. Abdul Rosyid, Lc.,M.Ag., – Khatib Jumat (25 Januari 2019)

“Keluh kesah itu terlihat di sekeliling kita, sebagai contoh, musim panas, berkeluh kesah, mengeluh bahkan berharap agar huja segera datang. Begitu juga sebaliknya musin hujan, mengeluh dan meminta hujan.” Tuturnya

Disamping sifat di atas, Allah Swt juga akan menguji manusia dengan banyaknya kekhawatiran, sebagaimana disampaikan melalui mimbar, Surat Al-Baqarah ayat 155.

“Allah Swt juga akan menguji kita dengan banyaknya kekhawatiran sebagaimana dalam Firman Allah Swt Surat Al-Baqarah ayat 155, dimana Dia akan menguji kita dengan sedikit ketakutan, sedikit kekhawatiran, seperti khawatir tidak bisa lulus, khawatir tidak bisa memberikan nafkah dan kekhawatiran lainnya. Sungguh hanya orang yang diselamatkan Allah sajalah yang dapat keluar dari masalah itu semua.” Tegasnya

Lebih jauh lagi, beliau menegaskan bahwa seseorang yang yakin bahwa semua dunia ini milik Allah dan bertawakal kepadaNya, maka tidak akan lagi ada kekhawatiran yang akan menimpanya

“Hadirin yang dirahmati Allah, ketika kita meyakini bahwa semua ini milik Allah dan kita mengembalikan semuanya kepada Allah, maka kita tidak akan menemukan lagi contoh-contoh kekhawatiran dan ketakutan seperti contoh di atas tadi.” Tambahnya (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *