Berkunjung ke UIN Walisongo dan Polines Santri Ponpes Terpadu Al-Multazam Dapat Gambaran

Berkunjung ke UIN Walisongo dan Polines Santri Ponpes Terpadu Al-Multazam Dapat Gambaran

Al-Multazam (23/4) Ust. Juheni, S.Ag.,M.Pd., Selaku Kepala Departemen Humas sekaligus pimpinan Rombongan Rihlah Universitas menyebutkan bahwa kegiatan Rihlah ini merupakan program tahunan yang diikuti santri Kelas XI agar nanti mereka di kelas XII sudah mendapatkan gambaran penuh akan kemana mereka melanjutkan studi.

Ust. Juheni saat memberikan sambutan di UIN Walisongo

“Perlu kami sampaikan bahwa program rihlah universitas ini merupakan program tahunan yang pesertanya kelas XI, tujuannya agar mereka kelas XII fokus dan sudah tahu kemana mereka akan melanjutkan studi.” Tuturnya di Polines

Universitas pertama yang dikunjungi adalah UIN Walisongo yang disambut hangat langsung oleh Rektor, Prof. DR. H. Muhibbin, M.Ag. yang menjelaskan beberapa sejarah dan keunggulan UIN Walisongo diantaranya memiliki jurusan ilmu falak dan Planetarium serta Observatorium yang Terdepan dan Pertama

Prof. DR. H. Muhibbin, M.Ag. Rektor UIN Walisongo

“Kita punya jurusan ilmu falak yang memiliki akreditasi A dan tahun ini insyaAllah kita akan punya Laboratorium Planetarium dan Obervatorium terdepan dan pertama di Jawa Tengah, rencaanya selesai akhir tahun ini.” Tuturnya

Kemudian Polines menjadi Universitas kedua yang dikunjungi, meski Juli Widiyanto, S,Ap., menyebutkan di awal bahwa Polines itu ibarat SMK yang lebih banyak praktik daripada teori. Beliau juga menyapa kami dengan menyebutkan beberapa keunggulan Polines yang tiap tahun minat masyarakat terus bertambah dengan indikator jumlah pendaftar yang terus meningkat.

Juli Widiyanto, S,Ap. tengah memberikan gambaran Polines

“Ya Polines itu seperti SMK lebih banyak praktik, masuk jam 7 pulang jam 2 siang, disiplin, penuh dengan tekanan seperti di perusahaan. Dan perlu diketahui bahwa tiap tahun Polines jumlah pendaftarnya terus meningkat dan persaingan masuknya sangat ketat.” Tuturnya

Salah seorang santri tengah bertanya

Kendati demikian, kedua Universitas itu memiliki kesamaan yaitu menyediakan beasiswa bagi para penghafal Al-Qur’an, minimal hafalan sebanyak 5 juz dan ia minimal telah mendapatkan 75% kunci untuk masuk ke dalam universitas di atas, sehingga para santri kini memiliki gambaran kemana mereka akan melanjutkan studi (YY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *